Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 menjadi duka bagi bangsa Indonesia. Pesawat tujuan Pontianak itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu 9 Januari pukul 14:40 WIB. Operasi pencarian pun dilakukan.

Panglima Koarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid Kacong memimpin operasi pencarian pesawat Sriwijaya Air bernomor SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu. Tim SAR akan terus fokus pada pencarian korban.

Menurut Laksda Abdul Rasyid, selama operasi pencarian, TNI AL mengerahkan tim penyelam TNI AL yang terdiri atas Komando Pasukan Katak (Kopaska), Intai Amfibi Marinir (Taifib) dan Penyelam Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada I. Bagi orang yang memiliki hobi dengan dunia militer tentu tak asing dengan Kopaska milik AL.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memang memiliki banyak kesatuan hebat yang memiliki rekam jejak gemilang. TNI juga memiliki kesatuan bernama Pasukan Siluman Gultor 81. Apa itu pasukan siluma Gultor 81? Berikut sejumlah fakta menariknya.

Berasal dari unsur kesatuan lain

Pasukan Gultor 81 sendiri merupakan bagian dari TNI Angkatan Darat namun anggotanya terdiri dari anggota Kopassus, Denjaka, serta Den Bravo Paskhas TNI AU. Pasukan Gultor dikenal sebagai pasukan siluman dari tentara Republik Indonesia.

Pasukan ini pada Asian Games 2018 menjadi salah satu unsur keamanan bagi kontingen negara tetangga yang datang ke Indonesia. Saat ini komandan pasukan siluman adalah Kolonel Inf Willy Brodus Yos Rohadi .

Operasi penyelamatan pembajakan pasukan Garuda

TNI

Sepak terjang pasukan ini sudah tercatat di sejarah emas negeri ini, misalnya aksi pasukan Gultor di pembebasan pembajakan pesawat Garuda pada 1981 di bandara Dong Muang, Thailand. Pasukan ini sendiri dikenal di kalangan tentara merupakan pasukan khusus peninggalan Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan. Keduanya Komandan dan wakil Komandan pertama pasukan Gultor pada 1982 hingga 1990.

Kualifikasi tinggi, unit kecil, durasi singkat

Pasukan Satgultor baru diturunkan, bila ancaman itu bersifat kompleks dengan skala kesulitan terbilang tinggi. Selain itu, palagan yang disediakan bagi Satgultor ada pada ruang yang terbatas (seperti pesawat terbang dan gedung), dan biasanya di perkotaan, bukan pertempuran konvensional di dataran luas atau rimba raya. Itu sebabnya model operasi penindakan dari Satgultor 81 (juga satuan anti-teror lainnya), memiliki istilah teknis Pertempuran Jarak Dekat