Menurut sejarahnya, poin di pertandingan bulutangkis terus mengalami perubahan sebanyak 3 kali. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menyadari fakta-fakta tersebut, sehingga berusaha terus berinovasi. Target besarnya adalah membuat pertandingan bulutangkis lebih “terlihat”, sehingga dukungan dari sponsor juga lebih besar.

Pada 2002 misalnya BWF mencoba berinovasi dengan menerapkan sistem poin baru pada awal tahun itu. BWF ingin mengubah sistem skor klasik. Pada awalnya, bulutangkis menggunakan ssitem 15 poin untuk tunggal putra dan semua sektor ganda. Adapun tunggal putri menggunakan aturan 11 poin.

BWF lalu memunculkan sistem skor 5×7, yang langsung diterapkan pada awal tahun. Sama seperti sistem klasik, aturan skor baru ini juga masih menggunakan aturan pindah bola. Pemain hanya dihitung mendapat poin jika sedang memegang servis.

Sepanjang sejarahnya pertandingan bulutangkis memang selalu hadirkan catatan menarik seperti durasi panjang di satu pertandingan. Berikut 3 pertandingan bulutangkis terlama dalam sejarah.

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari vs Naoko Fukuman/Kurumi Yonao

Pada babak semifinal ganda putri ajang Asia Championships 2016 tercipta pertandingan bulutangkis terlama dalam sejarah. Dikutip dari bwfbadminton.com, kedua pasangan ini bertanding selama dua jam empat puluh satu menit.

Sayang pasangan Indonesia gagal menang. Meskipun gagal melaju ke babak final, Greysia/Nitya berhasil menorehkan namanya dalam catatan buku rekor dunia dalam rekor pertandingan bulutangkis terlama.

Nozomi Okuhara vs Pusarla V Sindhu

Selanjutnya ada pertandingan bulutangkis antara tunggal putri Jepang, Nozomi Okuhara melawan tunggal putri India, Pusarla V Sindhu di ajang BWF World Championships 2017.

Kedua pasangan ini seperti dikutip dari kompas.com, bertanding selama 110 menit. Durasi laga ini (plus 20 menit lebih dibandingkan waktu normal pertandingan sepak bola) merupakan yang terpanjang dalam sejarah Kejuaraan Dunia BWF.

Jo Novita-Greysia Polii vs Aki Akao/Tomomi Matsuda

Lalu ada pertandingan antara ganda putri Indonesia, Jo Novita-Greysia Polii vs Aki Akao/Tomomi Matsuda dari Jepang pada ajang Jerman Terbuka 2008.

Ganda putri Indonesia sukses kalahkan ganda putri Jepang dengan durasi pertandingan 1 jam 47 menit. Partai ini menjadi rekor tersendiri dengan waktu bertanding terlama semenjak diberlakukannya sistem bulutangkis dengan rally point (21 point). Jo/Greys mampu menang dengan skor 18-21, 21-19, 21-14.