Petinggi Formula 1 yang menjabat sebagai direktur olahraga, Ross Brawn, akhirnya memberikan respons soal rencana menghadirkan kualifikasi sprint jelang balapan.

Meskipun ada harapan mengundang banyak penonton, Brawn menjelaskan bahwa tidak mungkin format kualifikasi sprint ini selalu ada di semua grand prix Formula 1.

Apabila pihak F1 memutuskan untuk menghadirkan kualifikasi sprint tersebut hingga musim 2022, lanjut Brawn, maka kemungkinan besar itu hanya akan dimainkan di sirkuit-sirkuit pilihan.

“Saya tidak yakin format ini akan sesukses di Monaco. Kami menganggap akhir pekan ini sebagai acara Grand Slam, yang disebarkan sepanjang musim, jadi (kualifikasi sprint) ini adalah sesuatu yang berbeda.”

“Saya tidak berpikir itu akan berlangsung sepanjang musim. Saya pikir, jumlah balapan (kualifikasi sprint) itu terbatas, tetapi itu harus diputuskan,” kata Brawn melalui situs resmi F1.

Brawn sendiri yakin bahwa kualifikasi sprint akan berdampak positif bagi F1. Namun pihak penyelenggara harus menemukan solusi yang cocok untuk menyeimbangkan tim dan pembalap.

“(Salah satu tantangannya adalah) menemukan format yang seimbang antara. Mungkin format balapan yang lebih pendek, tetapi tidak mengurangi apa pun dari acara utama,” ucap Brawn.

“Kami harus menemukan keseimbangan itu. Setiap orang memiliki pendapat berbeda tentang hal itu. Ini juga tentang menemukan solusi ekonomi dan logistik yang tidak terlalu memengaruhi tim,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Brawn mengatakan bahwa para pembalap F1 saat ini sudah berpikiran terbuka soal format kualifikasi sprint.

“Hanya itu yang kami minta, agar para pembalap tetap berpikiran terbuka sehingga kami dapat mengevaluasi acara ini dan kemudian kami memutuskan apakah di masa depan ini akan membentuk fitur musim F1. Jika tidak berhasil, kami angkat tangan dan kami akan berpikir ulang,” tutupnya.