Logo Arema FC. (Sumber: Indosport).

Klub raksasa Liga 1 Indonesia, Arema FC, mengizinkan keseluruhan personel timnya untuk berlibur dalam waktu yang lebih panjang, bahkan hingga dua bulan, seiring dengan dirilisnya Surat Keputusan dari otoritas tertinggi sepak bola Indonesia, PSSI.

SK yang dirilis oleh PSSI pada hari Jumat 27 Maret lalu mengumumkan bahwa kompetisi dihentikan dengan status force majeure atau keadaan tak terduga, seiring dengan pandemi virus corona yang merebak di Indonesia.

PSSI menargetkan untuk memulai kembali kompetisi pada bulan Juli, namun itu bergantung kepada kondisi kesehatan publik, maka bukan tidak mungkin, Liga 1 2020 akan dibatalkan.

Menanggapi keputusan PSSI yang menetapkan ini sebagai situasi force majeure, maka Arema membolehkan timnya berlibur hingga Hari Raya Idul Fitri.

“Langkah kami setelah ada putusan itu, tentunya dengan menambah masa libur tim sampai Hari Raya (Idul Fitri),” kata Ruddy Widodo saat diwawancara awak media di Malang hari Sabtu (28/03/20) kemarin, dikutip dari Indosport.

Dengan demikian, skuat Singo Edan dijadwalkan baru akan kembali beraktivitas di lapangan pada awal Juni mendatang, namun dengan syarat situasi wabah sudah bisa dikendalikan oleh pemerintah.

Klub-klub Liga 1 2020 lainnya mewajibkan para pemain untuk tetap berlatih secara mandiri di rumah demi menjaga kondisi kebugaran dan siap ketika kompetisi dimulai lagi, namun Ruddy Widodo mengaku belum tahu detail mengenai hal ini.

“Untuk metode latihan selama masa libur ke depan, silakan kalian tanya kepada tim pelatih,” kata pria yang menjabat sebagai General Manager Arema FC tersebut.

Seharusnya, skuat besutan Mario Gomez kembali berlatih secara tertutup pada tanggal 20 Maret, namun itu harus dibatalkan. Demikian pula dengan jadwal latihan pada hari Senin (23/03/20), yang jugar harus dibatalkan.