Armand Hartono.

Armand Wahyudi Hartono berdomisili di Indonesia, menjabat sebagai Direktur BCA sejak 14 September 2009 lalu. Dirinya bertanggung jawab atas operasional divisi Layanan Pembayaran Domestik, Layanan Perbankan Elektronik, serta Layanan Perbankan Internasional Strategi dan Pengembangan Operasi.

Armand Hartono juga yang bertanggung jawab atas Teknologi Informasi. Dia menjabat sebagai Kepala Perencanaan dan Pengembangan Wilayah BCA (2004-2009). Sebelum bergabung dengan BCA, Armand Hartono memegang berbagai jabatan manajerial posisi di PT Djarum (1998-2004) termasuk Keuangan Direktur, Wakil Direktur, Pembelian dan Kepala Sumber Daya Manusia Departemen.

Sebelumnya juga Armand Hartono pernah menjabat sebagai Analis untuk Perbankan Investasi dan Riset Kredit Global di JP Morgan Singapura (1997-1998). Armand Hartono adalah lulusan dari University of California, San Diego (1996) dan memegang Master of Science dalam Rekayasa Sistem Ekonomi dan Operation Research dari Stanford University, USA (1997).

Kini, di usianya yang sudah menginjak 42 tahun, Armand Hartono menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk sejak 2016. Ada 15 orang eksekutif yang lebih tua dan tidak ada yang lebih muda di PT Bank Central Asia Tbk. Sekedar informasi tambahan saja, Eksekutif tertua di PT Bank Central Asia Tbk adalah Djohan Emir Setijoso, 79 tahun, yang merupakan Presiden Komisaris.

Dalam naungan Armand Hartono, PT Bank Central Asia Tbk menyediakan produk dan layanan perbankan untuk nasabah individu, korporasi, dan usaha kecil dan menengah di Indonesia serta internasional.

Mereka juga menawarkan rekening simpanan, pinjaman, layanan perbankan transaksi, layanan perbankan elektronik, layanan pengelolaan kas, kartu kredit, produk bancassurance, produk investasi reksa dana, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Armand Hartono juga dengan sengaja menyediakan pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, pembiayaan multiguna, sewa operasi, peminjaman uang dan pengiriman uang, asuransi umum atau kerugian, asuransi jiwa, dan perbankan Syariah.

Meski telah menjadi bos perusahaan ternama di Indonesia, Armand Hartono nampaknya tid malu dengan menggunakan sepatu bututnya. Bahkan dirinya tanpa rasa gengsi mengunggah foto sepatu usang tersebut ke dalam akun media sosial Instagram pribadinya tersebut.

Dalam unggahan tersebut, Armand Hartono menyandingkan dua foto sepatunya. Di foto pertama, ia memperlihatkan sepatunya yang butut telah jebol di bagian sisi kanannya. Lalu pada gambar kedua, dirinya memberikan lakban untuk menutupi kerusakan sepatu kesayangannya itu.

Prepare for anything. Apa pun bisa terjadi, sepatu tua tiba2 sobek di perjalanan, untung ada lakban,” tulisnya.

Kesederhanaan Seorang Armand Hartono

Armand Hartono.

Sebagai anak orang terkaya di Indonesia, nampaknya sangat tidak pantas menggunakan sepatu butut di tempat umum. Akan tetapi, dengan kesederhanaan yang dimilikinya, Armand Hartono lebih memilih untuk menggunakan lakban ketimbang membeli sepatu baru.

Armand Hartono sendiri ternyata merupakan orang yang sangat sederhana. Dirinya mengaku jarang memanfaatkan fasilitas mewah yang ia miliki saat ini. Anak dari Robert Budi Hartono inni nyatanya telah menerapkan hidup hemat.

“Saya selalu berusaha hemat. Mulai dari hal kecil seperti listrik, kita bisa saving. Nyalain AC sebentar saja. Kalau sudah dingin, begitu mau tidur, AC kita matikan. Kan yang paling penting pas mau tidur saja, di tengah-tengah panas dikit tidak apa-apalah,” katanya, dikutip dari Gridhot.id.

Karena menurutnya, hidup boros itu tidak memiliki manfaat bagi kehidupan seseorang. Maka dari itulah, dirinya tidak terlalu memikirkan gaya hidup seperti orang kaya pada umumnya. Ia mengaku lebih suka menghabiskan sebagian besar uangnya untuk melakukan investasi dan menabung.

“Gaya hidup juga harus dijaga, sederhana saja. Sehari-hari di kantor ya saya makan di kantin. Kalau ada nasabah besar yang potensial atau rekan bisnis datang berkunjung, baru saya ajak makan di tempat yang bagus, bukan di kantin,” kata Armand sambil tertawa.

Sifat kesederhanannya ini ternyata tidak terlepas dari filosofi orang Jawa. Hal itu bisa dikatakan tidak mengherankan lagi, mengingat Armand Hartono besar di keluarga dan lingkungan orang-orang Jawa.

“Wong Jawa itu ngerti namanya cukup. Kita tidak perlu menunjukkan kalau usaha (bank) milik kita besar. Cukup tunjukkan kalau kita bisa menjadi institusi yang sehat dan terpercaya,” tutupnya.

Tak hanya sederhana, Armand Hartono juga dikenal sebagai pria yang ramah. Keramahannya itu bahkan ia keluarkan saat bertemu dengan karyawannya. Hal itu dibenarkan oleh salah satu anak buahnya di bank BCA.

“Pak Armand itu selalu menyapa, senyum kalau ketemu sama karyawannya. Terus memang hemat, kalau ambil air minum juga selalu dihabiskan, tidak disisakan dan dibuang percuma,” kata seorang karyawan BCA yang tak mau disebutkan namanya.

Hidup Hemat Diterapkan ke Perusahaan

Armand Hartono.

Beberapa minggu setelah Armand Hartono ditetapkan sebagai Wakil Presiden Direktur Bank BCA, dirinya langsung menerapkan hidup hemat. Ia memperhatikan bahwa sebagian besar stafnya lebih sering menghabiskan setengah gelar air setelah bekerja. Keesokan harinya, Armand Hartono pun membatasi jumlah air minum yang tersedia di kantornya.

Pengendalian biaya yang ketat itu nyatanya hanya sebuah contoh untuk mengurangi pengeuaran dan meningkatkan efisiensi perusahaan. Dengan situasi ini, investor atau pemberi pinjaman pun pastinya bakal tertarik untuk mengeluarkan uangnya untuk perusahaan Armand Hartono ini.

“Valuasi tinggi BCA dijamin karena perusahaan merupakan holding yang baik, terutama pada volatilitas. Kami menyukai bank ini karena berbagai alasan, tetapi di antara semua itu adalah kemampuan manajemen yang kuat dan rekam jejak yang terbukti,” ujar Direktur Investasi Aberdeen Standard Investment Indonesia, Bharat Joshi.

Armand Hartono memang dengan sengaja menerapkan fokus berlebih terhadap pengendalian biaya perusahaan. Selain membatasijumlah air minum, dirinya juga memberlakukan hal serupa dalam aspek kuota internet. Menurut laporan Gulfnews.com, Situasi ini membuat BCA memiliki rasio iaya operasional terendah dari bank-bank lain di Indonesia.

Keberhasilan itu bahkan mendapatkan apresiasi dari Direktur Pasar Modal di PT. Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Taye Shim. Menurutnya, perusahaan yang dipegang Armand Hartono tersebut akan terus menjanjikan pertumbuhan yang stabil dalam jangka panjang.

“Orang Indonesia menjadi lebih kaya dengan kecepatan yang jauh lebih cepat, dan mereka juga semakin pintar dan mereka menghemat lebih banyak uang. BCA adalah jenis bank yang disukai oleh masyarakat Indonesia yang lebih cerdas dan kaya,” kata Taye Shim.

Raih Penghargaan Marketeers of the Year 2019

Armand Hartono.

Atas kecerdasannya dalam mengendalikan biaya pengeluaran perusahaan, Armand Hartono pun akhirnya dinobarkan sebagai Marketeer of the Year 2019 dan meraih Best Industry Marketing Champion 2019. Penghargaan ini diberikan dengan alasan pemasar atau pebisnis berhasil membawa perusahaannya meraih prestasi sepanjang tahun.

Kehadiran Armand Hartono di perusahaan Bank BCA dianggap sebagai salah satu motor di balik keberhasilan perusahaan sepanjang tahun 2019 kemarin. Anak dari bos Djarum tersebut dinilai mampu membantu dan mempermudah masyarakat dengan cara menciptakan kartu Flazz. Dengan kartu Flazz, setiap orang bisa dengan mudah menggunakan transportasi massal di Jabodetabek.

“BCA selama ini sangat inovatif dan mengikuti perkembangan zaman. Karena kehadiran Armand memberi dampak BCA diterima oleh segmen youth, women, netizen sehingga paradigma brand-nya juga semakin muda.”

“Usianya yang juga masih muda bisa dengan mudah membaca keinginan pasar di era modern,” ujar Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya di Jakarta, beberapa waktu lalu.