Produsen mobil ternama Toyota Motor Corp yakin bahwa labanya bakal bangkit pada tahun ini, meski dilanda krisis chip semikonduktor global.

Mereka percaya diri bisa mengatasi masalah krisis chip semikonduktor, yang membuat beberapa produsen kesulitan untuk memproduksi mobil.

Perusahaan asal Jepang tersebut dilaporkan telah menimbun semikonduktor yang digunakan untuk perawatan mesin, keselamatan mobil dan sistem hiburan.

Pada Rabu, 12 Mei 2021, Toyota mengatakan bahwa mereka tidak melihat adanya dampak jangka pendek dari krisis chip semikonduktor tersebut.

Saat ini, Toyota dikabarkan sudah mengumumkan pembelian kembali saham senilai 2,3 miliar dollar AS (Rp32,7 triliun) dan menetapkan target yang lebih tinggi untuk produksi mobil listrik.

CFO Toyota Kenta Kon menjelaskan bahwa perusahannya mendapatkan manfaat dari upaya untuk meningkatkan rantai pasokan demi mengurangi dampak bencana alam pada 2011 lalu.

“Kami sekarang bisa menilai produk alternatif dengan cepat. Itulah salah satu faktor kami mampu mengurangi dampak kekurangan pasokan semikonduktor,” katanya dalam jumpa pers.

Ketika beberapa produsen mobil ternama dunia memutuskan untuk mengurangi jumlah produksi, Toyota justru tidak mengalami gangguan akibat krisis chip semikonduktor.

Itu terbukti ketika saham Toyota naik 2,1 persen pada Rabu kemarin. Situasi ini sangat kontras dengan produsen lain, yang kebanyakan mengalami penurunan hingga 10 persen.