Logo Liga Inggris. (sumber: premierleague.com)
Gordon Taylor selaku Ketua Asosiasi Pesepak Bola Profesional Inggris (PFA) menyarankan agar Liga Inggris tidak melangsungkan laga selama 45 menit ketika kompetisi dilanjutkan.
Mengutip berita dari BBC, Taylor beranggapan bahwa memainkan pertandingan kurang dari 45 menit akan menjadi cara terbaik untuk membuat pemain tetap aman dan sehat selama pandemi virus corona.
Saran Taylor mengacu pada banyaknya pertandingan yang harus dijalani para pemain dalam waktu singkat ketika musim dilanjutkan.
Kondisi yang bisa menyebabkan para pemain mengalami kelelahan dan bisa membuat mereka menderita cedera parah.
Mepetnya jadwal pertandingan berkaitan dengan tanggal Liga Inggris ingin menyelesaikan musim.
Kasta tertinggi sepak bola Inggris ini, berencana untuk melanjutkan musim pada awal Juni dan akhir Juli dijadikan waktu penutup musim.
Jika mengacu pada fakta tersebut, maka Liga Inggris harus memainkan dua sampai tiga laga setiap pekannya.
Agar kompetisi dapat selesai tepat waktu dan padatnya kompetisi tentu bisa saja membuat para pemain kelelahan dan menderita cedera.
“Selalu ada kemungkinan untuk ide-ide baru, termasuk pergantian pemain lebih dari tiga kali atau laga yang akan berlangsung kurang dari 45 menit tiap babaknya,” ujar Gordon Taylor.
“Saya ingin musim ini tetap bisa diselesaikan. Masih banyak poin yang bisa diraup oleh para klub untuk saling bersaing, demi posisi terbaik di klasemen dan saya ingin kita menyelesaikan musim ini dengan aman.”
Taylor menambahkan bahwa ide ini belum sepenuhnya akan digunakan di Liga Inggris musim 2019/20.
Ketika kompetisi dilanjutkan karena PFA masih dalam diskusi lebih lanjut mengenai efektif atau tidaknya aturan ini.
Liverpool untuk sementara memuncaki klasemen Liga Inggris 2019/20 dengan keunggulan 25 poin di puncak, diikuti Manchester City, Leicteser City dan Chelsea.