Jurgen Klopp. (FOTO: Getty Images)
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp menjelaskan alasan perubahan formasi timnya melawan Sheffield United, ketika The Reds berhasil bangkit dari ketinggalan untuk menyudahi laga dengan kemenangan 2-1.
Liverpool membuang formasi biasa mereka yakni 4-3-3 dan memulai laga dengan formasi 4-2-3-1, dengan Sheffield United menjadi lawan pertama The Reds ketika menerapkan formasi baru pada Minggu (25/10/20) dinihari WIB.
Penyerang Portugal, Diogo Jota mendapat kesempatan bermain dari awal untuk bekerjasama dengan trio Liverpool yakni Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino.
Setelah laga usai, Klopp memberikan pendapatnya tentang pergantian formasi yang berhasil berbuah kemenangan bagi The Reds.
“Itu bagus dalam beberapa momen. Ini bukan tentang membawa Diogo ke lapangan karena dia bisa bermain di banyak posisi dalam formasi biasa kami,” kata Klopp kepada wartawan setelah laga usai.
“Itu seperti, bagaimana kita bisa melakukan perubahan, bagaimana kita bisa memulai, bagaimana kita bisa melakukan semua hal yang penting dalam permainan.
“Kami menempatkan Mo di posisi yang berbeda dan dia memainkan permainan yang luar biasa. Mo dan Sadio tidak mencetak gol tetapi bermain luar biasa.”
Liverpool sebenarnya mengawali laga dengan cukup gugup, sistem baru yang diterapkan Klopp tidak berjalan lancar dan masih dibutuhkan waktu adaptasi bagi para pemain The Reds agar terbiasa dengan formasi baru ini.
Liverpool tertinggal lebih dulu melalui gol penalti Sander Berge, namun The Reds berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum, memanfaatkan bola liar hasil sundulan Sadio Mane yang ditepis kiper Sheffield United.
Liverpool akhirnya berhasil menyegel tiga poin ketika Diogo Jota menanduk bola hasil umpan Mane, gol yang menjadi gol terakhir pada laga ini, sekaligus gol kemenangan bagi The Reds.