Keindahan kota Macau.

Jatuh untuk meroket, mungkin lokasi itu cocok dalam menggambarkan kisah perjalanan negara  Makau . Sempat terpuruk lantaran dijajah begitu lama oleh Portugal,  Macau  kini jadi salah satu destinasi wisata paling menarik di dunia, dengan keunggulan utama dari sektor industri perjudian.

Menengok jauh ke belakang, tepatnya sekitar abad ke-12,  Makau  sama sekali tidak sukses tempat yang menarik. Contohnya pada tahun 1277,  Macau  cuma dijadikan tempat pengungsian bagi 50.000 orang yang berusaha menghindari bahaya dari tragedi penaklukan kaum Mongol di Tiongkok.

Kawasan  Makau baru bertransformasi sebagai pemukiman yang berkembang saat Portugis datang sekitar abad ke-16. Semua bermula perjalanan bernama Jorge Alvares berhasil menyebrangi lautan lautan dan tiba di China pada 1513.

Jorge Alvares bersama sejumlah rekannya pertama-tama membuka usaha dagangnya di sekitar perairan Hong Kong, tepatnya daerah Tamao. Mengetahui kaum Portugis yang datang, pasukan militer Dinasti Ming Cina coba mengusir mereka pada 1521.

Pedagang-pedagang Portugis tak masuk akal untuk mengatasi desakan mundur Dinasti Ming. Mereka memang mendapat larangan berdagang, tapi selanjutnya para pedagang Portugis lari ke daerah Sungai Mutiara.

Penduduk Portugis yang mampu bertahan kemudian pindah lagi ke daerah  Makau. Sejak mulai semakin banyak pedagang Portugis yang menjadikan  Makau  sebagai tempat tinggal.

Apalagi setelah hubungan kaum antara Portugis dan pemerintahan Cina membaik, peradaban  Makau  kian maju lagi. Otoritas Cina memperbolehkan orang-orang Portugis menjalankan usahanya di kawasan  Makau  dengan perjanjian sewa permanen yang tercetus pada 1577.

Perjanjiannya dimulai, para pendatang asal Portugal diwajibkan membayar sewa tanah per tahun kepada pemerintahan Cina. Biaya sewanya kala itu kisaran 500 tael (Tael; sistem mata uang di Cina zaman dulu) per tahun.

Kedatangan Portugis otomatis berpengaruh terhadap perkembangan  Makau. Bangsa Portugis mulai menjalankan beberapa kebijakan yang memajukan peradaban Macau  secara perlahan  .

Misalnya untuk urusan agama, Portugis yang mampu mengatur Keuskupan Katolik Roma di  Makau  sekitar tahun 1586 dan 1583. Portugis juga membangun pemerintahan kecil sendiri, dengan menyiapkan senat-senat yang mengurusi tata kota dan meningkatkan penduduk.

Perkembangan yang paling terlihat di sektor perdagangan. Portugis berhasil menyulap  Makau , hingga muncul sebagai salah satu pos perdagangan internasional paling maju pada abad ke-16.

Makau  kurang lebih fungsinya sebagai jalur perantara yang mengubungkan perdagangan Sutra dari Cina menuju Jepang. Silih berganti kapal-kapal perdagangan berlabuh di Macau  untuk menjalankan aktivitas ekspor dan impor.

Kemajuan sisi perdagangan di  Makau  yang dibangun oleh Portugis sejatinya mendapatkan banyak tantangan. Negara Eropa lain, Belanda, pernah mencoba mengusik ketentraman Portugis agar segera angkat kaki dari  Makau .

Pada 1622 terjadi pertempuran di  Makau  antara pasukan militer Belanda dan Portugis. Berkat kesigapan dalam masa persiapan dan lebih menguasai medan perang, Portugis sanggup memukul mundur para tentara Negeri Kincir Angin.

Masih ada banyak lagi rintangan yang berada. Pada 1939, jalur perdagangan lewar  Macau  rusak akibat bencana alam, yang mana membuat Jepang memberhentikan aktivitas kerjasama perdagangannya.

Kaum Portugal juga mengalami gejolak internal karena berusaha melawan pemerintahan Spanyol pada 1940. Salah satu wilayah yang mempengaruhi jalur perdagangan ke  Makau , yakni Malaka, tiba-tiba dikuasai Belanda yang notabena musuh bangsa Portugis.

Badai silih berganti datang, kerjasama yang terbangun antara pemerintahan Portugal dan Cina yang tetap terkontrol kepenguasaan  Macau . Namun sekali lagi, fokus utama China punya hak lebih banyak, sementara Portugal harus menaati peraturan-peraturan yang diberlakukan kalau masih mau menetap.

Selama masa Perang Dunia II,  Makau  sejatinya cenderung aman-aman saja. Portugal kala itu benar-benar bersifat netral, sehingga tak ada negara yang berani menyerang Makau .

Kecuali pada 1945, Portugal sempat menunjukkan keberpihakannya kepada Jepang. Portugal dikabarkan memberi bantuan berupa bahan bakar pesawat yang mana ini tercium oleh pasukan militer dari musuh Jepang, Amerika Serikat.

Alhasil terjadi serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat di kawasan  Makau . Namun pada 1950 pihak Amerika Serikat memberikan hibah sekitar USD 20 juta untuk Portugal, sebagai biaya ganti rugi atas kerusakan  Makau  yang cukup parah.

Pasca Perang Dunia II usai, makin banyak pengungsi yang datang dari Tiongkok ke  Macau. Mayoritas yang datang merupakan pengungsi akibat tragedi Perang Saudara Tiongkok. Beruntungnya, Portugal mampu meningkatkan penduduk ini dengan menciptakan banyak lapangan kerja, mengembangkan lebih banyak lagi cabang industri, seperti judi kasino, pariwisata, pakaian, dan tekstil.

Pada 1974 tercipta Carnation Revolution, sebuah gerakan revolusi yang membuat Portugal mulai mengakui  Macau  sebagai bagian dari wilayah Cina. Tapi pada titik ini, urusan pemerintahan dan administrasi  Macau  masih ada di bawah kepenguasaan Portugal.

Cina coba bertindak lebih jauh melakukan negosiasi agar Portugal mau benar-benar melepas Macau. Segala upaya yang diberlakukan Cina akhirnya mencapai kata sukses pada 1999.

Sejak tahun 1999,  Makau  resmi menjadi negara bagian Cina. Makau  akhirnya terbebas dari pengaruh Portugal setelah 442 tahun.

Walau bukan negara yang benar-benar berdaulat, lantaran harus tunduk ke Cina,  Macau menjalankan urusan pemerintahannya sendiri. Turis asing yang mau datang ke  Macau  saja butuh paspor khusus.

Perkembangan Industri Perjudian di  Makau

Industri perjudian memang menjadi sangat umum prakteknya di  Makau  sana. Pemerintah setempat, ditambah dukungan dari Cina, memang melegalkan industri perjudian untuk jadi sumber pemasukan  Makau .

Sedikit kembali ke sejarah,  Macau bekas jajahan bangsa Portugis yang baru benar-benar dikuasai Cina pada 1999. Ketika dalam masa pemerintahan Portugis,  Makau  sudah pelan-pelang membangun industri perjudian.

Bangsa Portugis awalnya melihat kebiasaan masyarakat Cina yang gemar sekali berjudi. Bahkan berjudi sudah ibarat dan tergolong budaya masyarakat di sana.

Alhasil pemerintahan Portugis mulai mengembangkan budaya berjudi tersebut menjadi sebuah bisnis. Setidaknya mulai tahun 1847, Portugis mengesahkan hukum dan undang-undang yang melegalkan judi sebagai sebuah industri.

Ketika kekuasaan  Macau sudah berpindah tangan ke Cina, praktek industri perjudian tetap dijalankan. Khususnya sejak tahun 2002, Cina melakukan investasi besar-besaran demi mengembangkan industri perjudian di  Makau .

Cina pertama-tama ajakan lisensi perjudian hukum agar mau menggelar praktek judinya ke  Makau . Daftar lisensi bisnis teratas berhasil diajak, seperti Wynn Resorts, Las Vegas Sands, Galaxy Entertainment Group, dan lainnya.

Pelan tapi pasti, industri perjudian di Cina berkembang jauh lebih pesat lagi yang dijalankan oleh Portugis dulu. Permainan judi yang dijalankan di  Makau  sungguh beragam, mulai dari permainan meja, taruhan pacuan kuda, taruhan pacuan anjing greyhound, dan masih banyak lagi.

Tak heran jika belakangan  Macau  kerap disebut sebagai tempat berjudi di Asia maupun dunia surganya. Macau  punya 29 fasilitas tempat berjudi, sekitar 3.500 meja permainan, 8.500 permainan judi, video poker, dan mesin slot.

Kalau menengok permainan yang paling populer di antara sekian banyak jenis perjudian, permainan meja alias Kasino, jadi yang terfavorit. Pengembangan praktek bisnis judi Kasino di  Macau  terpusat ke dua distrik, yakni kota  Macau  dan daerah Cetai Strip.

Toko Kasino terbaik di  Makau  adalah Venetian Casino Resort  Macau. Sebenarnya masih banyak lagi toko-toko Kasino yang kualitas dan fasilitasnya tak kalah bagus, seperti di Taipa dan distrik-distrik lainnya, dengan ragam jenis kasino yang semakin berwarna.

Beruntung bagi Cina, lentaran di era pemerintahan Portugis sudah terbangun bandar udara yang melayani penerbangan internasional. Sekitar tahun 1995 Portugal membangun bandar udara internasional  Makau  yang didirikan di atas pulau reklamasi.

Cina jelas tinggal merenovasinya saja fasilitas bandar udara internasional yang tersedia makin bagus. Turis-turis satu yang berdatangan untuk menikmati judi di  Makau  jadi dipermudah dan dipernyaman aksesnya.

Pemerintah Cina turut membangun fasilitas pendukung lainnya, seperti hotel-hotel untuk menginap. Mulai dari hotel yang sangat mewah, sampai hotel yang harganya murah, semua tersedia lengkap di  Macau .

Industri perjudian di  Makau semakin  lama dapat bersaing dan bersanding langsung dengan Las Vegas, kota dengan tipe yang turut terkenal atas industri perjudiannya. Bahkan jika dibandingkan secara luas,  Makau  terbilang lebih bisa memanfaatkan wilayahnya secara maksimal. Las Vegas.

Makau  total luas wilayahnya cuma 30 kilometer persegi. Sedangkan Las Vegas, sebagai perbandingan, memiliki total luas wilayah yang 10 kali lipat lebih besar, yakni 350 kilometer persegi.

Rumah judi yang ada di Macau  kini memiliki 40 gedung kasino. Kalau di Las Vegas sana jumlah gedung kasino bisa dua kali lipat lebih tinggi dari yang ada di  Macau .

Namun hebatnya, rata-rata uang yang dikeluarkan para penjudi di  Macau  lebih besar kandang yang utama di Las Vegas. Menurut The Economist, Namun, penjudi, rata-rata, meletakkan US $ 1,354 di kasino Makau dibandingkan dengan hanya US $ 156 di Las Vegas.

Berkat segala kejelian yang berperan dalam perjudian,  Makau  terus muncul sebagai salah satu negara terkaya di dunia. Macau  punya tingkat GDP yang memukau dan tergolong sangat makmur.

50% lebih pendapatan PDB  Makau memang bersumber dari perjudian perjudian. Per bulannya kira-kira industri perjudian  Makau  mampu menghasilkan angka Rp 42 triliun.

Macau jadi salah satu negara kaya raya di dunia.

Per tahun, rata-rata total pendapatan  Makau  yang dihasilkan industri perjudian mampu mengukur USD 45 miliar. Angka yang kisarannya lebih tinggi tujuh kali lipat dibanding total pendapatan per tahun di Las Vegas sana.

Kelas menengah Cina jadi salah satu faktor lain yang mendukung kesuksesan industri perjudian di  Makau . Mereka sama sekali tak segan mengeluarkan uang demi meraup keuntungan dan kesenangan yang disajikan  Makau  dengan berbagai tempat perjudiannya.

Lihat saja data tahun 2016 yang menunjukkan peran besar penduduk Cina. Sepanjang 2016 Makau  didatangi 30 juta turis asing, yang 28 juta di antaranya berasal dari serumpunnya negara dan negara.

Indonesia sejatinya pernah pula memberlakukan pelegalan industri perjudian seperti  Makau . Seperti yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta di awal-awal era transisi Orde Lama ke Orde Baru, Ali Sadikin.

Kala itu Ali Sadikin melihat kas dan pendapatan Jakarta sangat kecil, tidak cukup untuk mendanai rencana pembangunan besar. Alhasil Ali Sadikin memutuskan melegalkan industri perjudian dan memungut pajak dari sana.

Masa awal pembangunan, anggaran pembangunan DKI Jakarta yang menjadi kewenangan Ali Sadikin cuma Rp 66 juta. Sepuluh tahun setelah industri judi berkembang di Jakarta, anggaran pembangunan yang dipunyai Ali Sadikin melonjak drastis menjadi Rp 89 miliar, angka yang sangat fantastis di zaman itu.

Ketika Ali Sadikin sudah mundur dan tergantung Tjokropranolo, APBD DKI Jakarta tetap fantatis, malah semakin naik. APBD DKI Jakarta per tahun 1978 diketahui dengan nominal Rp 116 miliar.

Berdasarkan klaim dari pihak Ali Sadikin sendiri, berkat uang pajak dirinya bersama seluruh pemerintah DKI Jakarta berhasil membangun 2.400 gedung sekolah. Pembangunan lebih jauh menjalar kepada hal-hal lain, seperti lebih dari 1.200 kilometer jalan raya, memperbaiki kampung, membina pusat kesehatan, masjid, dan penghijauan dengan uang sendiri.

Hidup Menjadi Warga Macau

Tidak bisa dipungkiri kalau keberadaan industri perjudian memang berpengaruh sangat baik bagi tingkat perekonomian di Macau . Banyak situs berita atupun badan riset top yang sudah memasukkan Macau ke deretan teratas daftar negara-negara terkaya dunia.

Mari tengok artikel yang dirilis situs USA Today pada 7 Juli 2019 lalu. USA Today menempatkan  Makau sebagai negara terkaya dunia nomor dua, hanya kalah dari Qatar saja yang berada di posisi puncak.

Selain Qatar, tidak ada negara yang mampu melebihi tingkat GNI  Macau , yakni sebesar USD 95.304. Kekayaan yang dimiliki  Makau  lebih besar dari negara adidaya macam Amerika Serikat yang peringkatnya berada di peringkat ke-12.

Kondisi kehidupan masyarakat yang tinggal di Macau.

Bahkan USA Today cukup terkagum dengan pertumubuhan ekonomi di  Macau . USA Today berani menyebut kalau pertumbuhan ekonomi  Makau  merupakan yang paling mengesankan di antara 25 negara terkaya dunia saat ini.

Per tahun 2017, pertumubuhan ekonomi Macau tingkat angka 9,1 persen. Menurut catatan USA Today, proporsi itu hampir tiga kali lipat lebih banyak peningkatan indeks pertumbuhan PDB di seluruh dunia.

Segala kekayaan Macau tentu berdampak langsung kepada warga yang tinggal di sana. Harapan hidup penduduk  Macau  rata-rata mencapai umur 84 tahun, lebih tinggi dari Qatar yang mendapatkan angka 78,3 tahun.

Namun hal yang harus diketahui, gaji bulanan yang diterima  Macau  ternyata masih jauh dari kata besar. Data riset Statista pada 2016 menemukan fakta kalau-rata gaji per bulan  Macau adalah  USD 2.130.

Angka rata-rata tersebut didapat dari mereka yang berprofesi di bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, layanan perjudian, rekreasi, dan industri keuangan. Jika dibandingkan dengan negara-negara kaya raya lainnya dan menggunakan tolak ukur bidang pekerjaan yang sama, rata-rata gaji per bulan di  Makau  tergolong kecil.

Numbeo pernah meriset tingkat daya beli negara-negara top Asia yang terkenal kaya raya. Hasilnya, tingkat daya beli masyarakat  Macau  masih lebih kecil dari Hong Kong dan Singapura.

Beruntungnya, biaya hidup di  Macau  lebih rendah di Hong Kong dan Singapura. Meski gaji tak begitu tinggi, dengan biaya hidup rendah rasanya sudah cukup.

Masalah lain yang membebani masyarakat  Macau adalah ditiadakannya sistem upah minimum wajib. Berarti ada kemungkinan sebuah perusahaan atau pebisnis membayar gaji karyawannya yang jauh di bawah standar biaya hidup.

Memang pemerintah setempat sudah berani memberikan peraturan upah minimum per 2016 yang sebesar USD 3,75 per jam. Namun sifatnya masih terbatas, hanya untuk profesi tukang bersih-bersih dan petugas keamanan saja.

Belum lagi penduduk lokal masih harus bersaing dengan warga yang memilih menetap dan bekerja di  Makau . Banyak memang orang-orang luar negeri, terutama Barat, yang mencoba peruntungannya di  Makau  dan mengincar posisi-posisi tinggi.

Para ekspatriat sebagian besar turun untuk mencari kerja memanfaatkan sektor-sektor bergengsi, seperti kasino, restoran, hotel, dan pusat-pusat hiburan. Membuat izin kerja di  Makau  cukup mudah, tinggal ajukan segala syarat lengkap ke otoritas terkait.

Akibatnya, hanya 33,5 persen penduduk asli  Makau  yang tenaganya terserap di bidang-bidang pekerjaan strategis. Sementara sektor-sektor bergengsi tadi, 66,5 persen didominasi para tenaga kerja asing.

Namun ada satu hal paling enak yang dapat ditemukan di  Makau . Setidaknya sangat enak dibandingkan dengan penduduk Indonesia.

Pemerintah  Macau selalu menjalankan program bantuan tunai satu tahun sekali kepada semua warganya sejak 2008 dan angkanya terus meningkat. Per orang penduduk  Makau  tahun 2018 melalui program yang berhak mengantongi uang USD 1.245 (kalau dirupiahkan dengan kurs mata uang saat ini sekitar Rp 17 juta.

Sektor Pariwisata di  Macau

Salah satu tempat wisata di Macau.

Makau  memang punya keunggulan wisata dari sektor industri perjudiannya. Bagi masyarakat yang tinggal di negara dengan larangan Berjudi,  Macau  jelas jadi destinasi yang menarik.

Per bulan Januari sampai Agustus 2019, badan riset DSEC mencatat ada sekitar 27 juta turis asing yang menjadikan  Makau sebagai destinasi wisata. Kalau mau dibandingkan dengan tolak ukur yang kurang sama, Jepang hanya mendapatkan 16,6 juta wisatawan asing.

Berkat data yang demikian,  Makau  mengalami pertumbuhan sektor pariwisata sebesar 18 persen tahun 2018. Orang asing yang datang ke  Makau  rata-rata menetap selama setengah hari.

Wajar, turis asing yang datang ke  Makau  asalnya dari Cina. Jarak antara  Makau  dan Cina tergolong dekat, sehingga rasanya tak perlu menginap.

Detail demografis tentang latar belakang turis yang datang ke  Makau kurang lebih seperti ini, Cina sebanyak 19 juta orang, Korea Selatan sekitar 560 ribu orang, Hong Kong 4,9 juta orang, dan Taiwan 720 ribu orang. Khusus China, jumlah tadi mengalami peningkatan sebesar 19,1 persen.

Segala angka tersebut tentu menguntungkan para pebisnis di  Makau  yang bergerak dalam ranah penginapan. Hotel-hotel di  Makau  secara total mampu meraup pendapatan sebesar 4,2 miliar euro (2018).

Menariknya, orang-orang yang datang ke  Makau  cukup suka memilih menginap di fasilitas hotel terbaik. Buktinya sebagian besar dari pendapatan hotel di  Makau  muncul dari hotel-hotel bintang lima yang sebesar 3,2 miliar euro (pada 2017).

Sekali lagi, daya tarik utama para turis ingin datang ke  Makau  ya tentu saja yang berperan dalam perjudiannya. Namun, bagaimana ketika pandemi virus corona menyerang sepanjang tahun 2020?

Makau  tergolong cukup sukses menanggulangi bahaya pandemi virus corona. Mungkin latar belakang pemerintahan  Makau  yang masih satu komando dengan Cina.

Alhasil, sejak bulan Juli 2020  Makau  sudah dibuka kembali untuk wisatawan yang menggunakan jalur darat, dengan syarat khusus karantina 14 hari. Warga Cina yang bisa pergi ke  Makau  dengan jalur darat yang jelas akan terus mendukung sektor pariwisata di sana.

Toh per 2019 secara kesuluruhan jumlah turis asing  Makau, 71% memang berstatus warga negara Cina. Wahana atau perjudian perjudian  Makau  yang berkurang wisatawan rasanya tak akan berlangsung berlarut-larut.

Namun sejatinya kekuatan sektor pariwisata  Makau  bukan hanya perihal perjudian saja. Macau  punya beberapa jenis tempat wisata lain yang layak dikunjungi dan tak kalah asyiknya.  Menara

Makau misalnya, wahana wisata ini pertama kali dibuka bagi publik pada 19 Desember 2001. Pengunjung yang datang telah diizinkan naik ke   Menara Makau hingga mencapai ketinggian 223 meter, dan menikmati keindahan pemandangan kota  Makau .

Kalau suka adrenalin yang menegangkan, kalian bisa mencoba fasilitas bungee jumping di  Menara Makau . Bayangkan bagaimana ada kepercayaan-lompat dari ketinggian meter, pasti benar-benar seru.

Sementara bagi kamu yang suka wisata sejarah,  Macau  punya reruntuhan Gereja St. Paulus. Sisa bangunan gereja ini merupakan peninggalan bangsa Portugis yang pernah turun tangan  Macau.

Tipe wisata lainnya, ada Grand Prix Museum, sebuah tempat yang mengoleksi berbagai benda bersejarah terkait perkembangan ranah balap mobil dunia. Bangunan Museum Grand Prix awalnya dibangun pada 1993 untuk mengenang Grand Prix Racing  Macau , tapi pelan-pelan dimanfaatkan pula sebagai wahana wisata.

Masih ada banyak lagi tempat-tempat dengan jenis wisata lain yang di luar perjudian. Kalau mau tahu lebih lengkap keseruannya, mending kamu coba sendiri saja langsung datang berwisata ke  Macau .