Logo Formula 1.

F1 akan menggelar balapan untuk pertama kalinya di Arab Saudi, sebuah sejarah baru yang terjadi di dunia F1 dan akan terealisasi pada tahun depan.

Reuters melaporkan bahwa balapan F1 di Arab Saudi akan pertama kali terjadi pada tahun depan, dan balapan akan berlangsung pada sirkuit jalanan yang memanfaatkan jalanan kota Jeddah.

Balapan F1 Arab Saudi menjadi salah satu pendatang baru, dari 23 seri balapan yang akan berlangsung pada kalender balapan tahun depan.

Awalnya, kalender balapan tahun depan akan berlangsung selama 24 seri tapi karena balapan di Miami, Amerika Serikat tampaknya akan ditunda maka balapan menjadi 23 seri.

Angka ini masih bisa bertambah, karena Brasil yang sedang dalam tahap pembangunan sirkuit baru di Rio de Janeiro, menghadapi masalah pada kekhawatiran orang akan pembangunan ini yang akan berdampak buruk bagi lingkungan.

Kalender balapan tahun ini, sebenarnya sangat menarik dengan menggelar 22 seri balapan. Tapi, ada beberapa balapan yang harus ditunda seperti Grand Prix Belanda, yang seharusnya berlangsung tahun ini.

Grand Prix Belanda seharusnya memberi kesan berbeda pada kalender balapan tahun ini, karena sudah 34 tahun, F1 tidak menggelar balapan di Belanda.

Meski Arab Saudi sudah cukup aktif dengan dunia balap dalam beberapa tahun terakhir, setelah menggelar Reli Dakar dan Formula E, tapi balapan F1 belum pernah dirasakan oleh negara asal Timur Tengah ini.

Salah satu alasan kenapa F1 akan menggelar balapan di Arab Saudi karena mereka baru saja memperpanjang kerjasama dengan raksasa perusahaan energi milik negara Saudi Aramco.

Karena kontrak panjang tersebut, F1 diharuskan memasukkan Arab Saudi dalam kalender balapan tahun depan, karena hal ini akan berdampak secara langsung kepada negara Timur Tengah tersebut.