Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) siap disuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac, namun setelah izin edar darurat vaksin atau emergency use authorization (EUA) diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Sinovac selain masih dalam tahap mendapatkan izin penggunaan darurat UEA dari BPOM, namun juga juga menunggu fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan bahwa Presiden Jokowi siap menerima vaksin untuk dirinya sendiri setelah izin BPOM keluar.

“Bapak Presiden juga akan menerima vaksin jika vaksin sudah mendapatkan EUA dari Badan POM,” kata Wiku dilansir dari  YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (05/01/2021).

Namun demikian, Wiku belum mampu menjelaskan kapan izin dari BPOM bakal keluar. Meski tentunya harapannya agar secepatnya.”Kami harapkan komitmen ini bisa secepatnya dilaksanakan agar kemudian masyarakat luas juga bisa menerima vaksin Covid-19,” harap dia.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga menjelaskan bahwa  vaksinasi Covid-19 akan mulai dilakukan pada Rabu (13/01/2021). Penyuntikan vaksin perdana dilakukan kepada Presiden Joko Widodo beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin dikabarkan takkan mengikuti suntik vaksin Covid-19 lantaran sudah berusia lebih 60 tahun. Berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), penerima vaksin Covid-19 ada di rentang usia 18 hingga 59 tahun.

Juru Bicara Wapres, Masduki menjelaskan Ma’ruf tak masuk karena usianya yang sudah lanjut. “Pak Wapres berusia di atas 60 tahun, jadi beliau tidak memungkinkan untuk divaksin terutama vaksin yang Sinovac itu,” terang Masduki seperti dilansir dari Antara, Selasa (05/01/2021).

Namun demikian, bukan berarti Wapres Ma’ruf Amin tak menerima vaksin pada tahap selanjutnya. Hal ini mungkin saja sambal melihat kondisi kesehatannya.”Mungkin nanti di tahap berikutnya, kalau ada vaksin yang sesuai dengan kriteria kondisi Pak Wapres,” jelas Masduki lagi.