Federasi sepak bola Eropa, UEFA resmi memindahkan final Liga Champions 2020-21 antara Manchester City vs Chelsea yang sebelumnya di Stadion Atarturk, Turki ke Stadion Do Dragao, Porto.

Dikutip dari BBC, Jumat (14/5/2021), pihak UEFA sepakat menggelar partai final di markas FC Porto tersebut. Keputusan ini tentunya diambil setelah pihak UEFA melakukan negosiasi dengan pemerintah setempat.

Stadion Do Dragao yang terletak di Porto sendiri jadi pilihan lantaran Portugal masuk dalam daftar negara dengan risiko pandemi Covid-19 paling rendah. Sebelum UEFA mengambil keputusan ini, pihak pemerintah Inggris memang meminta venue final Liga Champions bisa diganti tempatnya.

Hal ini lantaran Turki menjadi salah satu negara daftar merah pemerintah Inggris terkait penyebaran virus Covid-19. Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson kabarnya menginginkan laga Chelsea vs Manchester City berlangsung di Stadion Wembley, London, Inggris.

“PM Boris Johnson mengajukan permohonan kepada Presiden UEFA, Aleksander Ceferin untuk memindahakan ke Inggris setelah Turki sebagai negara tuan rumah final masuk daftar merah pemerintah,” tulis media Inggris lainnya, The Sun beberapa waktu lalu.

Jaminan yang harus disiapkan oleh pemerintah Inggris antara lain, pemerintah menawarkan jaminan bahwa media, penyiar, sponsor, dan VIP akan diizinkan untuk hadir tanpa menghadapi masalah karantina apapun.

Selain itu, dilaporkan bahwa UEFA akan meminta klub yang bermain di Liga Champions musim ini untuk memberikan sebagian uang mereka. Uang ini untuk mengganti pengeluaran pemerintah Turki sebesar 20 juta poundsterling yang sudah melakukan persiapan pertandingan final.

Sekedar informasi, penyebaran Covid-19 di negara-negara Eropa lainnya memang cukup rendah. Per 12 Mei 2021 hanya terdapat 485 kasus baru Covid-19 di Portugal.