Pembuatan film kerap kali menelan biaya yang sangat mahal. Tujuannya jelas, agar nantinya tayangan yang dihasilkan bisa benar-benar berkualitas mantap.

Kalau menengok industri film di Hollywood sana, banyak sudah judul layar lebar yang rela mengucurkan biaya fantastis untuk produksinya. Dampak yang diperlihatkan dari film-film ‘mahal’ terbilang beragam, ada yang sukses besar, ada pula yang malah gagal total dan menderita kerugian.

Praktek seperti ini ternyata juga mampu dilakukan oleh sineas-sineas Indonesia. Beberapa judul film Tanah Air diketahui menelan biaya sangat mahal dalam proses pembuatannya.

Artikel edisi Bonanza88 pun coba membedah deretan film Indonesia termahal secara biaya produksi. Apa saja?

1. The Raid 2: Berandal (2014)

Tahun 2014 lalu, penikmat film Indonesia dimeriahkan dengan kehadiran The Raid 2. Sekuel yang menjadikan Iko Uwais sebagai aktor utama ini menelan biaya sangat mahal terkait proses produksinya, mencapai Rp 63 miliar.

Beruntungnya, The Raid 2 mendulang sukses besar di pasaran. Film ini diketahui meraup pendapatan total senilai Rp 96 miliar.

2. Trilogi Merdeka

Trilogi Merdeka merupakan film yang diciptakan untuk meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat Indonesia. Terbagi ke dalam tiga sekuel berbeda, Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010), dan Hati Merdeka (2011), proses pembuatan Trilogi Merdeka menelan biaya sangat mahal, menyentuh angka Rp 64 miliar.

Biaya produksi fantatis, tentu membuat promosi Trilogi Merdeka juga dijalankan begitu gencar demi mendulang keuntungan. Sayangnya takdir berkata lain, Trilogi Merdeka hanya mendapatkan 1,4 juta penonton saja, alias menderita kerugian.

3. Foxtrot Six (2019)

Film Foxtrot Six yang dirilis pada 2019, coba dibuat dengan kualitas sinematografi sebaik mungkin, bahkan sesuai standar Hollywood. Buktinya, film bergenre action ini menelan biaya produksi sangat mahal, yakni Rp 70 miliar.

Namun secara penilaian umum, belum benar-benar mencapai kata memuaskan. Rating Foxtrot Six versi IMDb cuma sebesar 5,6/10.