Bagaimana cara Shin Tae-yong bawa Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF? Mungkin inilah pertanyaan seluruh rakyat Indonesia begitu melihat ada oppa-oppa Korea Selatan yang setuju untuk menjadi pelatih di Timnas Indonesia.

Perlu Shin Tae-yong ketahui kalau Indonesia adalah negara yang sangat gila akan bola. Meskipun bulutangkis jelas-jelas lebih memberikan prestasi kepada Indonesia, tapi sepak bola tetaplah olahraga paling populer di sini.

Sayangnya memang kegilaan kita pada bola hanya sampai di tahap mendukungnya saja atau sebagai penonton. Akibatnya prestasi Timnas Indonesia terus-terusan tidak pernah sampai di level tertinggi pada sepak bola.

Jangankan bicara soal level dunia atau Asia, bahkan untuk tingkat Asia Tenggara saja, Timnas Indonesia tidak bisa berbicara banyak. Fakta mendukung kalau Timnas Indonesia pun bukan apa-apa di Asia Tenggara adalah dengan kita tak pernah juara Piala AFF.

Sejak edisi perdana hingga terakhir, Timnas Indonesia masih belum juga bisa jadi yang terbaik di Asia Tenggara dengan juara Piala AFF. Padahal Timnas Indonesia sudah lima kali masuk babak final, tapi semuanya kalah.

Paling sering Timnas Indonesia kalah dari Thailand sebanyak 3 kali, miris memang. Sisanya Timnas Indonesia kalah dari Singapura dan Malaysia masing-masing sekali.

Padahal sudah ada banyak negara Asia Tenggara yang sudah bisa juara Piala AFF seperti Thailand, Singapura, Vietnam hingga Malaysia. Bahkan untuk bicara level kekuatan, Timnas Indonesia juga sepertinya belum tentu bisa menang melawan Myanmar dan Filipina.

Khusus untuk Filipina, padahal sekitar hampir dua dekade lalu, Filipina itu Timnas Indonesia bantai dengan skor telak 13-1. tapi sekarang, bisa menahan imbang Filipina saja sudah sangat bagus dan menjadi rekor bagi Timnas Indonesia.

Memang terdengar sangat menyedihkan, oleh karena itu PSSI pun sampai menunjuk pelatih yang sudah punya pengalaman melatih di Piala Dunia. Orang tersebut berasal dari Korea Selatan, dia bernama Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong meski gagal membawa Korea Selatan lolos dari babak grup Piala Dunia 2018 lalu, tapi ia membuat sebuah rekor. Yaitu membawa Korea Selatan berhasil mengalahkan Jerman yang merupakan juara bertahan dengan skor mutlak, 2-0.

Mungkin prestasi itu jugalah yang melandasi mengapa PSSI sangat percaya dengan Shin Tae-yong ketimbang Luis Milla. Sosok pelatih yang cukup berhasil membawa Timnas Indonesia tampil baik di Asian Games 2018.

Tapi itu cerita lama, sekarang kita semua tentu harus mendukung kinerja Shin Tae-yong sudah punya pengalaman mentas di Piala Dunia. Untuk ukuran Piala AFF, seharusnya bukan menjadi masalah bagi Shin Tae yong.

Soalnya jika di Piala Dunia saja, Shin Tae-yong bisa membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman. Berarti di Asia Tenggara? Memang Timnas Indonesia bukanlah Korea Selatan yang punya fisik dan stamina sangat prima.

Tapi tim-tim Asia Tenggara juga sudah pasti tak sekuat Jerman yang memiliki daya juang sangat tinggi dan skill di atas rata-rata. Atas perbandingan itu, mungkin bolehlah kita berharap pada sentuhan tangan dingin Shin Tae-yong pada Timnas Indonesia.

Harapan tentu diapungkan dan dipanjatkan oleh seluruh rakyat Indonesia melihat setidaknya Shin Tae-yong berhasil membawa Timnas juara Piala AFF. Tapi sekiranya, taktik seperti apa yang bisa dipakai oleh Shin Tae-yong untuk membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF.

Taktik yang Bisa Dipakai Shin Tae-yong

3 Formasi Tak Biasa Jika Shin Tae-yong Melatih Timnas Indonesia - INDOSPORT

Taktik di sini tentu tak sesederhana formasi apa yang bakal dipakai oleh Shin Tae-yong dalam memimpin Timnas Indonesia. Soalnya yang namanya formasi pada realitanya atau di atas lapangang bisa berubah-ubah.

Soalnya ketika menyerang dan bertahan saja, formasi bisa berubah seiring berjalannya pertandingan. Sehingga jangan heran kalau ada tim yang bermain dengan 4-3-3 atau 3-4-3 ternyata malah bermain sangat bertahan.

Atau ada juga orang yang menggunakan formasi 4-5-1 ternyata malah menguasai jalannya pertandingan dengan cara menyerang. Jadi formasi apapun yang dipakai Shin Tae-yong sebenarnya itu tidak terlalu berpengaruh.

Yang lebih penting adalah bagaimana taktik yang akan dipakai oleh Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia. Untuk mendapatkan taktik yang tepat, tentu Shin Tae-yong perlu mengetahui kualitas rata-rata pemain Timnas Indonesia.

Atau lebih tepatnya, Shin Tae-yong harus tahu bagaimana kelebihan atau kekuatan dan kelemahan atau kekurangan yang dimiliki oleh Timnas Indonesia. Secara garis besar, kita semua tahu kalau pemain Timnas Indonesia memiliki kelemahan dari sisi stamina.

Dari zaman Luis Milla, hal itu sudah diketahui oleh semua orang, soalnya ada situasi ketika Timnas Indonesia sebenarnya bisa main keren banget tapi itu cuma sebentar. Mungkin sekitar 30 hingga 1 babak, setelah itu pemain jadi kehilangan konsentrasi karena stamina habis.

Secara fisik pun, pemain Timnas Indonesia kalah jauh dengan negara lain, mungkin untuk ukuran Asia Tenggara masih bisa setara. Tapi jelas soal fisik, perlu ada peningkatan yanng harus dilakukan oleh Shin Tae-yong.

Kemampuan dalam memberikan umpan tepat sasaran atau visi dalam permainan juga bisa dikatakan tak dimiliki oleh semua pemain Timnas Indonesia. Banyak sekali kita bisa melihat para pemain Timnas Indonesia melakukan umpan jarak jauh yang pada akhirnya malah seperti membuang bola saja.

Hal itu dikarenakan kurangnya visi dalam bermain dan akurasi umpan yang sangat buruk. Sehingga yang terjadi malah buang-buang peluang saja, lalu jika sudah begitu, adakah kelebihan yang dimiliki oleh pemain Timnas Indonesia?

Tentu saja ada, salah satu kelebihann yang dimiliki oleh para pemain Timnas Indonesia adalah lari jarak pendek yanng sangat cepat. Maksudnya adalah para sayap-sayap Timnas Indonesia dari dulu memang sudah banyak ditakuti.

Soalnya rata-rata mereka memiliki skill lumayan dan ditunjang lari untuk jarak pendek biasanya bisa unggul. Sehingga kemampuan lari jarak pendek inilah yang seharusnya bisa dimaksimalkan dan menjadi senjata utama Shin Tae-yong jika ingin Timnas Indonesia juara Piala AFF.

Tapi sebelum ke taktik, Shin Tae-yong tentu harus meningkatkan level fisik dan stamina terlebih dahulu dari Timnas Indonesia. Baru setelah itu taktik apapun yang akan dipakai oleh Shin Tae-yong bisa berjalan lancar bagi Timnas Indonesia.

Taktik yang bisa dipakai oleh Shin Tae-yong bisa dengan mengandalkan permainan lebih bertahan secara mendalam ketika bertemu tim yang lebih kuat. Pertahanan secara rapat setidaknya akan membuat Timnas Indonesia tidak langsung kalah.

Tapi tak sekadar bertahan saja, harus diikuti dengan skema serangan balik cepat yang harus dimaksimalkan untuk setidaknya mencari satu atau dua gol. Untuk itu dibutuhkan para pemain yang bisa berlari dengan kencang begitu bola dilepaskan ke depan secara lambung.

Dengan itu juga maka lari jarak pendek bisa dimaksimalkan oleh para pemain Timnas Indonesia dengan sprint. Sprint untuk mengejar bola yang dilemparkan dari belakang untuk melakukan serangan balik cepat.

Jadi bisa dibayangkan kalau Timnas Indonesia bakal punya pertahanan sangat rapat ditunjang dengan penyerangan serangan balik cepat. Pastinya itu akan membuat Timnas Indonesia jadi sangat sulit dikalahkan.

Tapi kalau misalnya melawan tim yang setara atau di bawah kita, maka sebaiknya bermain menyerang lebih dianjurkan. Shin Tae-yong bisa saja memakai skema permainan menyerang dari para pemain Timnas Indonesia.

Yang penting adalah jarak antar pemain tidak boleh terlalu jauh sehingga umpan jarak pendek bisa dilakukan. Serangan dilakukan secara terorganisir tapi juga dibarengi dengan umpan pendek nan cepat.

Nantinya umpan pendek nan cepat itu akan merusak secara pelan-pelan pertahanan lawan sehingga menjadi agak goyang. Begitu ada celah, langsung saja pemain Timnas Indonesia yang unggul dari segi lari jarak pendek bisa langsung menusuk di titik lemah lawan tersebut.

Mungkin sederhananya bisa disebut dengan tiki-taka dengan mengandalkan passing pendek nan cepat. Lalu pemain yang baru saja mengoper, diharuskan melakukan pergerakan tanpa bola agar bisa menemukan ruang kosong atau menarik lawan agar terbebas dari penjagaanya.

Jadi taktik yang dipakai bisa ada 2 tergantung bagaimana kualitas lawannya. Tapi yang paling penting dari itu semua adalah Shin Tae-yong harus membangun rasa kekompakan antar pemain sehingga mereka bermain secara tim.

Percuma juga jika kualitas pemain bagus dan taktik brilian tapi tidak ada kerja sama atau kekompakan antar pemain, itu semua akan percuma. Jadi asalkan bisa tampil kompak dengan harmonisasi sama, maka niscaya Timnas Indonesia bisa meraih sukses di Piala AFF bersama Shin Tae-yong.

Peluang Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

DAFTAR 34 Pemain Timnas Indonesia yang Dipanggil Shin Tae-yong, Dominasi Proyek Muda Sea Games - Tribunnews.com Mobile

Lantas bagaimana dengan peluang Shin Tae-yong di Timnas Indonesia? Tentu itu semua tergantung bagaimana pola pendekatan yang dilakukan oleh Shin Tae-yong kepada para pemainnya di Timnas Indonesia.

Hal terpenting yang harus dilakukan oleh Shin Tae-yong adalah ia harus menjadi teman sekaligus ayah bagi para pemain Timnas Indonesia. Tetap harus menjadi tegas seperti ayah tapi juga penuh kehangatan layaknya teman.

Memang terdengar sulit tapi pada intinya, Shin Tae-yong harus disukai oleh para pemain Timnas Indonesia terlebih dahulu. Begitu dapat cintanya barulah peluang untuk jadi juara Piala AFF menjadi sangat mungkin.

Soal peluang, sebenarnya Timnas Indonesia memang punya peluang yang tidak terlalu baik mengingat sepak bolanya saja dalam negeri baru dimulai sekarang. Padahal negara lain sudah memulai kompetisinya dari jauh-jauh hari.

Teentu dikarenakan virus corona di Indonesia memang sangat awet serangannya di Asia Tenggara. Soalnya juga , Indonesia menajdi negara Asia Tenggara yang tingkat orang terjangnkit virus coronanya paling banyak,

Dengan kata lain, Indonesia menjadi negara dengan tingkat kerusakan paling parah gara-gara virus corona. Jadi apa daya speak bola Indonesia berjalan begitu lamban sehingga tentu akan berdampak pada persiapan Timnas Indonesia,

Selain itu, Timnas Indonesia di Asia Tenggara sudah tentu kualitasnya kalah dari Thailand dan Vietnam. Thailand sudah dilatih oleh pelatih Jepang di Piala Dunia 2018.

Pelatih Thailand ini lebih bagus dari pada Shin Tae-yong karena bisa bawa Jepang ke 16 besar Piala Dunia. Sedangkan Vietnam menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang paling dekat dengan 100 besar ranking FIFA.

Praktis Timnas Indonesia mungkin hanya setara atau sebanding dengan Myanmar, Malaysia dan Filipina itupun mungkin sedikit kalah. Tapi asal dengan kerja keras siapa tahu bisa juga juara Piala AFF pada akhirnya.