Tak selamanya tunduk kepada kekuasaan pihak yang berseberangan akan mendatangkan penderitaan. Kebahagiaan terkadang juga bisa ditemukan dari sebuah ketidakberdayaan.

Premis itulah yang menggambarkan betul bagaimana Woman on Top alias WOT berjalan sebagai posisi bercinta. Pihak laki-laki membiarkan sang wanita berkuasa atas tubuhnya dalam ‘permainan ranjang’, dan nikmat yang ditimbulkan sungguh luar biasa.

Jika masih bingung, mari redaksi Edisi Bonanza88 ambil perumpamaan melalui hal yang dekat dengan kehidupan laki-laki, yakni sepak bola. Supaya lebih terfokus, contohnya bisa kita tengok lewat pertandingan Liga Inggris antara Manchester City vs Manchester United yang terhelat pada 7 Maret 2021 lalu.

Bertindak sebagai tim tamu, Manchester United tidak tampil agresif menekan pertahanan Manchester City. Terbukti catatan penguasaan bola Setan Merah sepanjang laga hanya 34%, berbanding torehan The Citizen yang menyentuh angka 66%.

Soal ancaman yang diberikan, Manchester United masih kalah agresif ketimbang lawannya. Man United selama 90 menit pertandingan melepaskan delapan tendangan, sedangkan Man City mampu melakukannya sebanyak 23 kali.

Walau statistik berkata Man United begitu didominasi Man City, papan skor hasil pertandingan menyuguhkan fakta lain. Anak asuh Ole Gunnar Solskjaer berhasil memenangkan laga dengan skor 2-0, sekaligus membuat malu Man City yang secara performa di atas lapangan seakan terlihat begitu perkasa.

Kalau membandingkannya ke persoalan posisi seks WOT, laki-laki ibarat Manchester United, sementara perempuan adalah Manchester City-nya. Laki-laki tidak akan mendominasi jalannya alur seks. Si pria cuma tiduran telentang, membiarkan pihak wanita yang berada di atasnya bergerak agresif dan dominan mengeksplorasi ‘pertemuan’ alat kelamin.

Walau terkesan tak berdaya sama sekali, kondisi laki-laki dalam gaya seks WOT sejatinya sangat menguntungkan. Pria tidak perlu banyak bergerak saat memainkan seks gaya WOT, sehingga meminimalisir kekalahan alias ejakulasi dini.

Posisi WOT turut memungkinkan si pria menghemat tenaga yang nantinya bakal dipakai saat harus tampil menyerang menggunakan posisi seks lain. Bahkan selama WOT berlangsung, si pria dapat memancing agar wanita yang menjadi lawan seksnya mengalami kekalahan alias cepat orgasme (meski demikian wanita dapat mengalami orgasme berulang kali dalam jeda waktu yang singkat).

Berkaca dari penjabaran di atas, amat wajar jika kemudian banyak sekali pria yang menyukai gaya seks Woman on Top. Esquire pernah mengungkap faktanya tentang seberapa tingkat kesukaan laki-laki terhadap gaya seks Woman on Top.

Riset dilakukan Esquire kepada 522 responden pria yang tinggal di Amerika Serikat. Isi riset meminta seluruh responden menceritakan gaya seks favoritnya berdasarkan cerita atau budaya lingkungan sekitar, boleh juga kalau mau mengacu kepada pengalaman pribadi.

Peringkat teratas dalam hasil riset menunjukkan gaya seks Woman on Top sebagai favorit para pria, disusul misionaris di tempat kedua, dan doggy style di peringkat tiga. 30 persen dari total responden menyukai Woman on Top. Alasan mereka menggilai WOT umumnya karena memainkan posisi ini mudah dan begitu menguntungkan.

Baiklah, mungkin bagi kamu laki-laki yang masih debutan perihal Woman on Top akan kurang menikmatinya. Hanya diam saja ketika bercinta seakan tanpa daya dianggap kurang seru dan tidak membangkitkan gairah.

Namun percayalah, seiring jam terbang bertambah, kamu pria debutan bakal makin paham bagaimana kenikmatan luar biasa yang dihasilkan Woman on Top. Gairah yang memuncak seringkali tercipta ketika gaya seks Woman on Top dimainkan. Kamu yang tak perlu mengeluarkan banyak upaya dan daya alhasil tetap merasa puas sekaligus memuaskan lawan mainmu.

Gelora Kenikmatan dalam Woman on Top

Posisi Seks yang Sesuai Bentuk Organ Intim Pria

Hubungan seks yang dilakukan menggunakan posisi Woman on Top memang terasa sungguh spesial. Gelora asmara dan gairah yang tercipta selama pelaksanaan Woman on Top berlangsung sungguhlah membara.

Sedari awal artikel mungkin kami condong mengulas kenikmatan posisi seks Woman on Top bagi sisi pria. Tapi fakta yang sebenarnya, penerapan gaya seks Woman on Top juga bakal begitu memuaskan pihak wanita.

Woman on Top ibarat simbiosis mutualisme, pria dan wanita yang terlibat di dalamnya akan sama-sama merasa untung. Si laki-laki diselimuti kenikmatan luar biasa, si perempuan pun demikian, sehingga keharmonisan jalinan cinta mereka jelas makin terjaga kualitasnya.

Redaksi Edisi Bonanza88 menemukan fakta menarik lain tentang manfaat melakukan gaya seks Woman on Top. Melansir dari Tempo.co, Woman on Top jika diterapkan dengan benar, diyakini ampuh untuk meningkatkan ketahanan alias lamanya durasi bercinta.

Kami lantas akan coba menjabarkan kenikmatan yang ditawarkan Woman on Top secara lebih mendalam dan mendetail. Uraian yang bakal kami bahas tentunya mengarah kepada dua sisi, baik keuntungan bagi laki-laki maupun perempuan.

Pelaksanaan Woman on Top sepintas menampilkan ketidakberdayaan laki-laki. Peran laki-laki hanya tiduran telentang tanpa bisa banyak bergerak bebas, lantaran sang wanita berada di atasnya mendominasi gerakan ‘pertemuan’ alat kelamin.

Di balik kesan ketidakberdayaan tadi, pria sejatinya mendapatkan keuntungan yang amat besar. Pikiran dan tenaga laki-laki ketika melakukan Woman on Top cuma tertuju ke alat kelaminnya saja.

Si laki-laki kondisinya lebih santai dan rileks. Pihak laki-laki tinggal membiarkan si wanita yang mendikte arah ‘permainan’. Kenikmatan pastinya tetap bisa dirasakan pria dengan posisi santai seperti itu. Bedanya, nuansa kenikmatan yang dirasakan alat kelamin pria tidak terlalu intens, dibandingkan jika pria yang mendominasi ‘permainan’ melalui gaya misionaris.

Situasi demikian sangat berguna bagi laki-laki mengontrol lonjakan ejakulasi alat kelaminnya. Semua pria tahu, semakin lama ketahanan alat kelamin berejakulasi ketika bercinta, otomatis kian tinggi tingkat kepuasannya.

Kenikmatan bagi pria dalam pelaksanaan gaya seks Woman on Top turut tercipta terkait sensasi keindahan visual. Umumnya wanita akan duduk di atas bagian panggul sembari mengeksplorasi pertemuan alat kelamin dengan menghadap ke arah muka pria. Pihak pria yang bersantai tiduran telentang, jelas berkesempatan melihat kemolekan tubuh wanitanya secara menyeluruh.

Paling utama si pria dapat memfokuskan pandangan menuju keindahan payudara wanita yang jadi lawan mainnya. Kondisi ini amat bagus bila si pria mau mengeksplorasi payudara wanita dengan kedua tangannya.

Belum lagi lekuk tubuh aduhai sang wanita secara tampak depan akan terlihat jelas selama posisi Woman on Top berlangsung. Ekspresi nakal si wanita terpampang nyata pula, membuat sensasi keindahan visual yang tercipta kian intens.

Lalu, apa keuntungan yang dirasakan pihak wanita ketika menjalankan gaya seks Woman on Top? Melalui Woman on Top, wanita berpotensi besar merasakan kepuasan maksimal karena orgasme yang mungkin terjadi berkali-kali.

Dasar dari penerapan Woman on Top adalah wanita yang ambil kendali ‘permainan’. Artinya, si wanita yang bergerak mengeksplorasi pertemuan alat kelamin supaya dirinya merasakan kenikmatan sesuai keinginannya.

Ya, dalam Woman on Top, wanita yang bergerak mengatur ritme penetrasi terhadap penis pria. Sang wanita jadi tahu penetrasi yang bagaimana yang bisa menghasilkan rangsangan maksimal untuk vaginanya sendiri.

Apalagi bila sang wanita sudah punya jam terbang tinggi, ia pasti akan mudah menemukan penetrasi ternikmatnya. Jika begini, orgasme yang berkali-kali otomatis bakalan tercipta.

Nikmat sekali bukan? Bagi pria, terkesan tak berdaya dalam pelaksanaan Woman on Top bukanlah menandakan kelemahan. Ketidakberdayaan yang terjadi justru membuat pria bisa memberikan ruang lebih bagi sang wanita untuk merasakan kepuasan.

Kontrol pergerakan yang terbatas selama WOT, malah menciptakan kadar kontrol yang lebih besar bagi pria terhadap penisnya. Setidaknya, pria dapat memaksimalkannya agar penis tidak cepat ejakulasi. Bila semuanya berjalan baik, si pria dengan sendirinya akan merasakan kepuasan luar biasa, dan sang wanita pun dapat orgasme berkali-kali.

Kenikmatan Woman on Top yang Sungguh Membahayakan

Lima Fakta Posisi Seks Woman on Top - indoposco

Kualitas seks yang dihasilkan melalui gaya Woman on Top harus diakui sungguh luar biasa. Bagi si pria, kontrol mencegah ejakulasi dini serta keindahan visual yang maksimal dapat diraih melalui gaya Woman on Top. Sementara bagi sang wanita, Woman on Top berarti memudahkannya menemukan rangsangan terbaik untuk vaginannya sehingga orgasme bisa terjadi berkali-kali.

Namun ada fakta lain yang perlu kamu semua ketahui tentang Woman on Top, khususnya bagi pihak pria. Melakukan Woman on Top ternyata mengandung unsur risiko cukup besar yang berpotensi membuat penis mengalami cedera parah.

Redaksi Edisi Bonanza88 melansir fakta ini dari artikel rilisan Kompas.com. Isi artikel menjelaskan penelitian yang mengambil kesimpulan, bahwa posisi seks Woman on Top menjadi yang paling berbahaya bagi keselamatan penis pria. Risiko cedera fraktur penis atau bahasa gampangnya “penis patah” bukan mustahil terjadi saat melaksanakan gaya seks Woman on Top.

Faktor utama yang menyebabkan risiko fraktur penis adalah bila gerakan eksplorasi wanita terlalu agresif dan bersemangat. Si pria jelas tak punya kuasa penuh perihal mengatur intensitas gerakan ‘pertemuan’ alat kelamin ketika melakukan Woman on Top. Cedera fraktur penis pun akan tiba-tiba tercipta tanpa bisa diminimalisir risikonya oleh pria.

Hasil penelitian juga menjelaskan hal-hal apa saja yang menyelimuti penis pria setelah fraktur penis terjadi. Fraktur penis umumnya bakal menyebabkan rasa sakit yang teramat sangat menyiksa pada bagian penis pria. Bentuk penisnya kemungkinan mengalami pembengkakan mendadak dan kalau disentuh menimbulkan rasa nyeri tak karuan.

Dampak paling buruknya, fraktur penis akan membuat kinerja penis tak bisa berjalan sebagaima mestinya lagi. Disfungsi ereksi berpotensi menyerang alat kelamin pria yang sudah terjangkit penyakit fraktur penis.

Apabila ada pria yang mengalami fraktur penis pasca Woman on Top, sebaiknya cepat dibawa ke penanganan medis. Telat penanganan pengobatan, bisa-bisa penis pria nantinya benar-benar kehilangan fungsi seksual dan terus terasa sakit ketika dipakai buat buang air kecil.

Masalah yang kerap menghiasi kasus risiko fraktur penis dalam gaya seks Woman on Top, banyak pria enggan berkata jujur. Umumnya laki-laki termakan rasa malu untuk mengakui penisnya yang sudah mengalami cedera.

Laki-laki tetap berusaha sebisa mungkin menahan rasa sakit di penisnya hanya demi memuaskan wanita tercintanya. Padahal keputusan yang paling tepat, begitu rasa sakit di bagian penis terasa, jujurlah kepada pasangan serta jangan dipaksakan tetap bertarung melakoni seks.

Intinya, utamakan sikap bijak walau gaya hubungan seks Woman on Top menawarkan kenikmatan luar biasa. Jujur dan komunikasi dua arah yang baik niscaya dapat meminimalisir risiko fraktur penis yang mengancam kenikmatan Woman on Top.